Kamis, 04 Juli 2013

"Sosatie" Sate Khas Afrika Selatan


Sate umumnya sudah tidak asing lagi di Indonesia, kuliner ini kini sudah dikenal hingga Benua Afrika. Di Afrika Selatan sendiri masyarakatnya mengenal makanan ini dengan nama sosatie. Masakan Afrika Selatan memang banyak dipengaruhi oleh sejumlah negara, seperti  India dan Belanda. Indonesia pun memiliki pengaruh yang kuat terhadap kuliner Afrika Selatan.

Umumnya, makanan ini dibuat dari potongan daging kambing yang direndam selama satu malam disalam rendaman bumbu rempah yang khas. Sejumlah bumbu yang digunakan dalam pembuatannya seperti kunyit, cabai, ketumbar, asam jawa, dan juga bumbu kari yang dijadikan sebagai bahan perendam.

Sebagai pelengkap, buah aprikot dan bawang bombay dijadikan sebagai bahan yang ditusuk bersamaan dengan potongan daging kambing. Hal inilah yang menjadikan tampilan makanan ini berbeda dengan sate khas Indonesia. Selain adanya penambahan aprikot dan bawang bombai, makanan ini juga disajikan tanpa menggunakan bumbu kacang, dan membuat Sosatie hampir sama dengan shish kebab.

Selain ayam, ada juga sate yang menggunakan daging babi. Hampir sama dengan di Indonesia, makanan ini disajikan bersama dengan bumbu kacang. Biasanya, makanan ini disajikan bersamaan dengan nasi, kentang goreng dan salad sayuran.

Bahkan ada juga yang menambahkan kerupuk udang sebagai pelengkapnya. Lain hal dengan di Indonesia yang menjadikan sate sebagai menu utama, di Belanda makanan ini dijadikan sebagai makanan pembuka di sejumlah cafe dan restoran yang ada.


Cari kuliner enak? Klik aja http://www.kulinerplus.com


Sumber : advhimalayan